Top Bisnis Online

Trading dan Investasi

ad1

Iklan Gratis

Viral Ngewe Rena Gadis SMA Yang Menggoda

Viral Ngewe Rena Gadis SMA Yang Menggoda

 Biodataviral.com - Perkenalkan namaku Roy sampai sekarang aku masih melanjutkan kuliah di sebuah universitas di Magelang. Umurku masih 20 tahun. Cerita ini berawal ketika aku dan temanku Ronald, Jefry dan Rudi yang senang bermain game online ataupun sekedar bermain internet, membuka sebuah game centre dan warnet yang terletak di daerah Magelang Utara. Pada dasarnya sih kami membuka usaha itu cuman iseng-iseng aja. Yah dari pada nggak ada kerjaan ataupun malah menghabiskan uang untuk main game atau main internet di tempat lain, mendingan buat sendiri toh bisa nambah uang buat jajan dan beli rokok.


Belum lama usaha kami buka, kami seperti setengah kaget dan senang. Bagaimana kami tidak senang, kebanyakan user kami adalah cewek-cewek SMU dengan postur tubuh yang sangat mempesona, bahkan bisa diibaratkan buah apple yang siap di petik. Dan juga masih banyak gadis-gadis muda yang main ke tempat kami. Dengan keramahan teman-teman ysng selalu sopan dan romantis dalam melayani pelangan, yah kami memang cukup professional. Bahkan postur tubuh kami dan wajah kami juga cukup lumayan mungkin itu juga salah satu faktor yang membuat mereka tertarik untuk selalu datang berkunjung.
Di antara gadis-gadis yang masih segar itu ada satu yang sangat istimewa di mataku dan teman-temanku. Namanya Rena dia cukup cantik, bukan hanya cantik, luar biasa mungkin dan istimewa tentunya. Terkadang dia datang dengan Karina, Monica dan Cindy teman-teman Rena yang juga tidak kalah cantik, tapi lebih istimewa Rena tentunya dan akhirnya suatu kesempatan, dia datang sendiri ke tempat kami. Ketika dia baru duduk aku sapa,

”Loh temennya mana Ren”, dia hanya menjawab,
“Dah pada balik, pada mau les katanya”.

Lalu aku berbalik ke mejaku dan berusaha mencuri-curi untuk sekedar melihat lekuk tubuhnya dari balik monitor komputerku.

15 menit sudah aku memandangnya, eh dia membalas pandanganku, aku kaget juga jangan-jangan dia marah, eh dia malah tersenyum. Karena penasaran dia sedang apa aku mencoba melakukan remote anything ke komputernya, yah kami biasanya menyebutnya dengan kata-kata SPY, gitu deh bahasa gaulnya. Aku kaget juga setelah tau bahwa dia membuka situs-situs yang berhubungan dengan sex dan pornografi. Mukaku memerah, entah suka atau benci, tapi yang jelas kaget sekali. Dengan nekat kucoba mendekati komputernya, lalu kutanya dia,




“Hayooooo Rena lagi buka apa”,
Karena tanpa persiapan dia langsung kelabakan seperti anak ayam kehilangan induknya dan dengan cepat dia menutup kolom situs-situs tersebut. Tapi dengan cepat aku menjawab,
”Ngga papa lah ama gue ini, nyantai aja lagi”.
Langsung saja muka dia memerah, entah malu atau takut. Lalu dia menjawab,
“Emangnya tadi Roy liat Rena lagi buka apa?”, tanyanya.
“Liatlah, ngga perlu ke sini juga Roy bisa liat dari komputer Roy “, jawabku sambil mengedipkan mata, lalu dia tertawa kecil dan tersenyum manis seperti gadis yang masih polos.
Lalu dengan cepat aku tidak menyia-nyiakan kesempatan ini aku langsung berkata,
“Mau di temenin ngga Ren biar Roy cariin situs-situs yang lebih bermutu”. Lanjut baca!


Viral Saling Telan Air Mani Dengan Waria Super Montok 2

Viral Saling Telan Air Mani Dengan Waria Super Montok 2

 Tradingan.com - “Mas, aku kepingin ditembak. Ayo Mas, masukkan penismu”, rintih penuh harap keluar dari bibir Vera.

Vera, aku memang kepingin melakukan penetrasi padamu. Demikian kata hatiku. Aku pengin penisku menembusi analmu yang nikmat ini. Tetapi aku masih ingin mendengar kehausan birahimu. Aku masih ingin mendengar rintihan nikmatmu. Aku masih doyan menikmati bau pantatmu. Aku masih doyan menjilati lubang analmu. Biarkan aku, ya, Veraa.. Biar kunikmati dulu anal ini dengan permainan oralku. Biar kunikmati dulu desah dan rintihmu karena siksaan nikmat yang kamu derita.


“Ayoo, tembak pantatku maass.. Masukkan maass.. “, Vera semakin menggoyangkan pantatnya sebagai tanda desakkan birahinya yang tak terbendung.

Sesudah aku cukup lelah dan pegal, khususnya leherku yang hampir terus menerus mendongak untuk bisa menjilat anal lebih tepat pada lubangnya, aku bangun dan balikkan tubuh Vera agar telentang menantikan penetrasiku. Aku merangkak menghampiri bibirnya. Tanganku berangkat memeluki punggungnya. Aku rebah menindih tubuhnya. Dadaku ketemu dadanya. Bibirku ketemu bibirnya dan kami langsung saling melumat.

Paha Vera membuka dan pinggulku masuk ke dalamnya. Penisku yang sudah sangat tegang mengarah menuju ‘vagina’nya. Tangan Vera sigap menangkap kemaluanku untuk menuntunnya tepat ke arah lubang pantatnya. Aku mendorong. Keras. Aku kembali mendorong. Masih keras juga.

Vera menaikkan kaki-kakinya hingga melipat ke arah dada. Kini analnya lebih terbuka. Vera meludah ke tangannya untuk di jadikan pelumas. Sekali lagi dia pegang kemaluanku yang sudah tak sabar untuk melakukan penetrasi. Aku kembali mendorong pelan.

Terus mendorong. Aku merasakan kepala penisku yang mendesak lubang sempit itu. Dan aku merasakan betapa lubang itu semakin menguak untuk menerima tembuasan penisku. Dan.. Akhirnya.. Blezz. Nampak wajah Vera menyeringai. Pedih tapi nikmat, begitu kira-kira yang dia rasakan.

Penisku berhasil menembus gerbang anal Vera. Masuk lagi pelan. Masuk lagi. Masuk lagi. Dan kini seuruh batang penisku telah tenggelam. Aku diam sesaat. Aku biarkan penisku menyesuaikan dengan lubang anal Vera yang sempit itu. Dan aku juga sedang merasakan betapa dinding anal itu mulai meremas-remas batang penisku. Ooo.. Nikmatnyaa..

Dengan sambil menikmati lumatan di bibir, aku memompa anal Vera.

“Duh.. Veraa.. Analmu legit banget ssiihh..”

Vera sendiri telah demikian tenggelam dalam samudra nikmat syahwatnya. Dia pegang erat kepalaku untuk bisa lebih menekan dalam lumatan bibirnya. Dia remasi rambutku sebagai pelampiasan tersalurnya emosi birahinya.

Sementara untuk mencapai kenikmatan di bawah sana, dia menggoyang naik turunkan pantatnya untuk menjemputi pompaan penisku. Suara desah, gumam, racau yang tak jelas maknanya, nafas-nafas yang tak beraturan meramaikan ruang kabin kapal mewah itu. Aku mulai merasakan keringat kami berdua yang saling membasah.

Kami terus mendayung kenikmatan. Vera minta merubah posisi. Dia turun dari ranjang dan tangannya berpegang pada ‘backdrop’ ranjang itu. Dengan itu tubuh Vera menjadi setengah membungkuk. Ditariknya aku untuk meneruskan penetrasiku. Aku mendekat dan kembali menusuk pantatnya. Kini dari arah belakang. Bermenit-menit aku mendayung untuk, lanjut baca!


Viral Saling Telan Air Mani Dengan Waria Super Montok 1

Viral Saling Telan Air Mani Dengan Waria Super Montok 1

 Aopok.com - Naluri biseks pada diriku yang menuntun aku untuk bertualang di seputar para waria.

Demikian banyak waria bisa aku temui di Jakarta ini. Mereka ada di jalan Krakatau, Taman Lawang, di seputar Taman Anggrek, di kolong jembatan Dukuh Atas, di kolong jembatan Jatinegara dan banyak tempat lainnya.


Di Taman Lawang mereka adalah termasuk waria yang dianggap berkelas elite. Tidak jarang diantaranya ada yang orang berada atau berpendidikan tinggi. Banyak diantara mereka yang saat siang hari adalah para karyawan golongan menegah ke atas.

Mereka memang tidak memerlukan uang kita. Tetapi menerima uang dari kita merupakan sensasi seksual yang sangat mereka nikmati.

Mereka merasakan puas saat seorang lelaki menggaulinya dan membayar atas kepuasan seks yang mereka suguhkannya. Mereka merasakan sensasi saat seorang lelaki mesti membayar sejumlah uang sesudah menciumi penisnya ataupun menjilati analnya.

Dan mereka juga demikian menikmati saat tawar menawar mengenai berapa besar seseorang mesti mengeluarkan uangnya untuk menikmati organ-organ tubuhnya. Bahkan terkadang dalam rincian, misalnya Rp. 10 ribu untuk mencium pipi, atau Rp. 15 ribu untuk menjilat pentil susunya, atau Rp. 20 ribu untuk bisa mengurut-urut penisnya.

Tetapi juga jangan heran, kalau syahwat mereka sudah birahi berat pada anda, bukan anda yang mengeluarkan uang, mereka akan memberi anda uang atau kenikmatan atau apapun yang anda minta.

Pada dasarnya para waria di Taman Lawang ini rata-rata memang haus sentuhan seksual. Mereka mencari kepuasan yang bisa menyalurkan kebutuhan libidonya.

Begitulah sore itu, Jumat malam, besok Sabtu yang libur, aku iseng. Dengan sepeda motor Hondaku aku menghirup udara sore Jakarta, lewat daerah Menteng dengan satu tujuan, Taman Lawang. Aku tahu, di tempat ini akan ramai sesudah jam 9 malam ke atas. Tetapi nggak masalah. Banyak warung remang-remang di seputar Taman Lawang. Mereka jual ronde, kopi, makanan kecil, bakmi goreng atau kalau pengin yang agak panas, ada juga OT atau anggur cap Orang Tua, yang dijamin langsung limbung dan dunia rasa berputar sesudah menghabiskan beberapa sloki saja.

Nah, kini aku duduk di bangku panjang di udara terbuka di sebuah warung kaki lima. Duh, sungguh indah Jakarta ini. Lihatlah betapa langit yang cerah penuh bintang. Bayangkan dengan duduk begini aku bisa menikmati segalanya. Menikmati udara yang segar, cuci mata dan mengisi perut dalam suasana yang akrab dan ramah.

Penjual warung menyambutku dengan girang dan melayani permintaanku secepatnya. Demikian pula para pembeli lain yang terlebih dahulu datang, mereka menganggap aku sebagai bagian dari mereka. Kami bisa langsung ngobrol dan berkelakar. Wajib baca!


Viral Cewek Mintatolong Bebas Masuk Lobang Anal dan Memek

Viral Cewek Mintatolong Bebas Masuk Lobang Anal dan Memek

 Biodataviral.com - Bulan Juni 2026 kemarin, saya diundang untuk mengikuti pertemuan rutin tahunan dari satu group eksklusif yang anggota adalah orang-orang berperilaku seks menyimpang. Anggotanya berjumlah sekitar 250 orang dari beberapa kota besar. Namun yang hadir saat itu hanya sekitar 125 orang saja. Ada banyak hal yang saya dapat dan saya bisa pelajari dari hasil pertemuan itu. Bahkan ada beberapa kasus penyimpangan yang belum saya ketahui sama sekali sebelumnya.

Sangat banyak email saya terima yang berisi hujatan dan cercaan serta ketidakpercayaan akan cerita-cerita tentang penyimpangan seks. Saya hanya bisa menjawab bahwa walaupun kita yang merasa bermoral dan berahlak sangat baik sering menghina dan mencerca mereka yang hidup menyimpang dari kewajaran, tapi kita harus jujur mengakui bahwa ternyata sangat banyak tidak terhitung kasus ini terjadi di antara kita.

Bahkan di lingkungan keluarga kita sendiri. Siapa yang harus disalahkan? Moral? Ahlak? Atau kita sendiri yang harus disalahkan karena terlalu kejam menghujat mereka yang menyimpang sehingga mereka semakin tertutup dan semakin terpuruk di dalam komunitas minor mereka tanpa ada masukan pencerahan dari kita? Berikut akan saya kisahkan cerita nyata dari salah satu anggota group tersebut yang sepertinya mulai merasa tersiksa dengan kondisinya sekarang, tapi dia tidak bisa berbuat banyak karena batinnya tidak bisa lepas dari kebutuhannya.. Saya samarkan nama-nama dalam cerita ini.

*****

Beberapa tahun yang lalu, Jaka, saat itu 29 tahun, adalah satu eksekutif muda di suatu perusahaan ternama di Jakarta. Istrinya, Dewi, saat itu 24 tahun, adalah ibu rumah tangga yang aktif di beberapa kegiatan organisasi. Mereka dikaruniai 1 orang anak. Siang itu di ruangan kerja Jaka, Wenny, sekretaris Jaka sedang menghadap Jaka untuk menyerahkan beberapa berkas laporan.

“Semua berkas sudah aku serahkan. Ada perlu apa lagi Pak?” tanya Wenny sambil tersenyum manja.
“Ada..” kata Jaka.
“Apa?” tanya Wenny lagi sambil tetap tersenyum.
“Nanti jam istirahat kita makan dimana?” tanya Jaka sambil tersenyum.
“Ih, dasar.. Mau lagi ya?” tanya Wenny sambil tetap tersenyum.
“Kan baru kemarin aku kasih..” kata Wenny lagi.
“Kamu menggairahkan sih..” kata jaka sambil meremas pantat Wenny.
“Ya sudah nanti siang kita ke tempat biasa saja, ya?” tanya Jaka. Wenny mengangguk.
“Suami kamu belum pulang, ya?” tanya Jaka.
“Belum. Dia masih di Semarang. Wah kalau dia ada disini, mana bisa kita berduaan. Dia pasti ajak aku makan siang bersama,” kata Wenny.
“Ya sudah kalau begitu. Bereskan semua kerjaan kamu..” kata jaka.

Wenny lalu meninggalkan ruangan tersebut. Tengah harinya Jaka dan Wenny terlihat meluncur ke sebuah hotel. Setelah check-in, mereka segera masuk ke kamar.

“Aku selalu merindukan kamu,” kata Jaka sambil memeluk pinggang Wenny lalu mencium bibirnya.

Wenny membalasnya dengan panas. Lidah Wenny bermain liar di dalam mulut Jaka, sementara tangannya meremas selangkangan Jaka yang sudah terlihat menggembung.

“Ohh.. Kamu sangat pintar dan memuaskan.. Mmhh,” bisik Jaka sambil meremas pantat Wenny. Lanjut baca!


Kisah Seks Kesempatan di Pernikahan Putriku 2

Kisah Seks Kesempatan di Pernikahan Putriku 2

 Iklans.com - Tanganku menutupi wajahku, pikiranku menjadi liar. Aku mendengar suara pintu di seberang ruangan ditutup di belakangku yang diikuti oleh suara mengunci pintu itu. Sepertinya ada dua orang di sana. Aku mengintip dari tanganku dan melihat seorang pengantin wanita yang paling cantik dalam hidupku. Tingginya yang sama dengan adiknya, dia mempunyai sebuah wajah yang sama cantiknya dan bentuk tubuh sempurna yang tak berbeda. Jika rambutnya tidak lebih panjang, pasti akan sulit untuk membedakan mereka. Aku berdiri, penisku masih keras tapi tersembunyi oleh pakaian resmi yang kupakai. Malu dengan pemikiranku akan Erna, aku mendekati Endang yang mengenakan gaun pengantin anggun, menggairahkan.


“Sayang, kamu cantik sekali,” kataku.

Paha Endang yang terlihat menyembul dari balik gaun putihnya hampir membuatku meledak di dalam celana dalamku. Jasku sedang dibuka oleh seseorang di belakangku. Aku menoleh dan menemukan Erna. Keinginan yang penuh gairah kembali lagi. Endang tersenyum pada Erna dan melihat mata Endang, aku tahu putri bungsuku pasti tersenyum juga. Aku mulai untuk mencoba katakan sesuatu, tapi Endang memotong..

“Ayah,” dia berkata.
“Ayah yang manis, lembut..”, katanya lagi.

Dia bergerak semakin dekat kepadaku seiring kurasa tangan Erna mengelus lenganku kemudian menyeberang ke dadaku. Aku pikir aku sedang bermimpi dan aku ingin terbangun agar aku bisa segera melakukan masturbasi dan mengeluarkan bayangan ini dari pikiranku. Tapi ini bukan sebuah mimpi.

“Aku tahu Ayah merasa bahwa sepertinya Ayah sudah menelantarkan kami. Tapi, kami tahu bahwa Ayah sudah mencoba yang terbaik. Kami tahu bahwa Ibu saja yang sulit menerimanya.”
“Kami mencintai Ayah. Waktu yang pernah kita lewati bersama sangat berharga.” Erna menambahkan ketika dia tetap membelai dadaku, kemudian dia dengan lembutnya mencium leherku. Nafasnya yang halus menggetarkan tubuhku.
“Sebenarnya, kami sangat menginginkan Ayah,” kata Endang saat dia telah dengan sepenuhnya merapat.
“Ini adalah khayalanku,” katanya sebelum dengan singkat mencicipi bibirku.

Tanganku bergerak ke bawah gaun pengantinnya, meluncur di atas kedua pahanya. Dagingnya yang halus tidak mengenakan stocking. Saat tangan kiriku mencapai kelembabannya, rambut kemaluannya, aku tahu dia ingin disetubuhi. Penisku semakin keras saat lidah bernafsu Endang menjadi lebih agresif dan mengatakan padaku bahwa penis Ayahnya inilah yang dia inginkan di dalam vaginanya.

“Katakan pada Ayah betapa kamu sangat menginginkan dia, Endang.”

Erna sudah pindah dari belakangku ke belakang Endang. Saat aku sedang mengelus paha Endang dengan satu tangan dan menggoda bibir vaginanya dengan jari dari tangan yang lainnya, Erna sedang mengelus dada kakaknya dan mencium lehernya dan memegangi telinganya. Kemudian aku merasa tangan Erna bergabung dengan tanganku dalam merasakan vagina kakaknya yang basah.

“Ohh, ya, Ayah,” erang Endang lirih. Celana dalamku terlepas dan putriku mendapatkan penisku di dalam genggaman tangannya. Dia menyeka beberapa precum dengan jarinya dan menghisapnya ke dalam mulutnya sebelum menarikku kembali dalam sebuah ciuman.
“Aku ingin Ayah menyetubuhiku, Ayah. Setubuhi gadis kecilmu yang nakal ini.” Wajib baca!


Kisah Seks Kesempatan di Pernikahan Putriku 1

Kisah Seks Kesempatan di Pernikahan Putriku 1

 Tradingan.com - Ketika aku mendekati pintu, suara-suara yang gugup semakin terdengar lebih jelas. Mantan istriku, Wati, yang kuceraikan delapan tahun yang lalu sedang memberikan perintah-perintahnya pada seseorang. Aku mendengar suara tawa yang renyah dari putri bungsuku, Erna yang berusia sembilan belas tahun, dan protes dari kakaknya, Endang, sang pengantin wanita.

Dalam usianya yang ke-duapuluhsatu tahun, muda dan keras kepala, saat menceritakan padaku kalau dia akan menikah, aku terdiam merasa kecewa dan terguncang, tapi aku menyembunyikannya dengan mendoakannya keberuntungan yang terbaik dan sebuah kehidupan yang selalu bahagia. Suara yang lain tidak aku kenal dan kutebak kalau itu adalah suara para pengiring pengantin, gugup dalam kebahagiaan mereka untuk yang lain, barangkali menantikan hari mereka sendiri.


Kurapikan dasi kupu-kupuku dengan bercermin di gang, aku melihat bayangan diriku dalam cermin, mengerutkan dahi merasa tak nyaman memakai pakaian resmi yang membatasi ini. Kuperhatikan diriku, rambutku masih terlihat hitam dan bersyukur karena kulihat bahwa sama sekali belum ada uban di usia empat puluh satu tahun ini. Wajahku terlihat keras karena tahun-tahun travellingku dan sering keluar masuk di lingkungan yang keras yang notabene penuh asap dan alkohol. Dan ketika aku mempelajari mata lelaki dalam cermin ini, aku mendapatkan gambaran akan kehidupan yang menghantarku hingga di sini. Aku jumpa Wati istriku saat kami berdua masih terlalu muda untuk membedakan mana yang baik, dan dia meyakinkanku si pemain gitar ini bahwa kami berdua akan bisa menaklukkan kerasnya dunia.

Dia adalah lulusan sebuah perguruan tinggi dengan pekerjaan tetap dan aku adalah seorang lelaki yang pergi bertualang dari kota satu ke kota lainnya berkeliling negeri ini. Anak-anak gadis kami lahir di awal perkawinan, yang membuat kami masih bertahan bersama sekitar lima tahun lamanya hingga akhirnya kami berdua menyadari bahwa hubungan ini sudah tak dapat dipertahankan lagi. Dia bertemu dengan seorang pria lain yang mempunyai sebuah kehidupan yang stabil, yang menurutnya akan lebih baik untuk kehidupan kedua putri kami.

Perceraian datang dan terjadi seperti perkiraan kami dan aku masih menetap di dekat mereka selama beberapa tahun sampai memperoleh sebuah lompatan besar sebagai pemusik studio di ibu kota. Sejak saat itu, aku mencoba yang terbaik agar tetap bisa berhubungan melalui telepon, lewat kiriman foto, dan tour keliling yang sekali-kali singgah di dekat situ. Dan saat aku menatap dalam kaca, aku melihat sebuah penyesalan yang terpancar ke luar.

“Ayah, apa yang Ayah lakukan?”

Aku kembali pada kesadaranku oleh suara putriku, Erna. Dia terlihat cantik bahkan di saat memakai baju pengiring pengantinnya yang menggelikan itu. Kulitnya yang kuning langsat dan rambutnya yang hitam pekat terlihat kontras dibandingkan dengan warna metalik dari pakaian itu. Dia tersenyum dalam kecantikannya yang lugu dan menatapku dengan bingung. Wajib baca!


Cerita Dewasa Akhirnya Kunikmati Perkosaan Atas Diri Ku 5

Cerita Dewasa Akhirnya Kunikmati Perkosaan Atas Diri Ku 5

 Tradingan.com - Begitulah, aku merasa semakin dikejar keterbatasan. Aku merasa betapa kesempatan berasyik masyuk tinggal sesaat di siang hari ini dan besok di siang hari pula. Aku menjadi terpana ketika berpikir betapa selama mengikuti suami kali ini aku telah memasuki petualangan yang sangat berbahaya bagi kehidupan rumah tanggaku, kehidupan duniaku maupun alam fanaku nanti.

Aku heran sendiri, kok mampu berbuat macam ini, melakukan penyelewengan langsung di belakang suamiku yang tengah berjuang untuk meningkatkan kehidupan kami bersama. Tetapi aku memang sedang dilanda mabok. Kenikmatan birahi ini demikian memabokkan aku. Meraih orgasme dari orang yang bukan suamiku yang pada awalnya bukan mauku. Tetapi perkosaan yang tak mampu aku lawan ini telah merubah aku menjadi istri yang nyeleweng. Dan kini justru aku yang seakan ketagihan dan berbalik mengejar sang pemerkosa itu dengan sepenuh nafsu birahiku. Kenapa aku mesti mengalami dan melewati peristiwa macam ini.

Ah.. aku jadi linglung kalau memikirkannya. Biarlah apa yang terjadi, terjadilah.. Siang itu aku nampak terlampau merangsek Ronad untuk mengejar kepuasan nafsu birahiku. Aku sudah tidak menghitung-hitung risiko. Aku demikian larut dalam kenikmatan kontol Ronad. Edan.

Sore harinya suamiku kembali mengajak aku makan lesehan di Malioboro. Dan malam harinya dia mecumbu aku. Aku merasa tak ada gairah sama sekali. Suamiku merasakan sikapku ini.

“Udahlah ma, besok kan sudah nyampai di rumah lagi” Kasihan suamiku yang demikian memprihatinkan aku.

Besoknya, waktu yang semakin sempit merembet tak mungkin kuhindari. Begitu suamiku pergi ke lantai 2, aku tak sabar lagi. Aku ketuk pintu Ronad. Kami langsung berpagutan. Aku merasakan waktu semakin mendekati habis, semakin menyala-nyala nafsu seksualku. Aku semakin merangsang untuk merangseki Ronad. Kini akulah yang mendorongnya ke ranjang. Kini akulah yang seakan memperkosanya.

Kulepasi celananya, kemejanya, celana dalamnya. Kuciumi tubuhnya, dadanya, ketiaknya, perutnya, selangkangannya. Aku jadi sangat liar dan buas. Akulah yang menyanggamai dia. Dia serahkan tubuhnya untuk kepuasanku. Aku naik ke atas kontolnya. Dengan setengah menduduki tubuhnya, aku masukkan kemaluannya yang telah tegang dan kaku menembus memekku. Aku pompa dengan cepat dan penuh nafsuku. Aku dapatkan orgasmeku hanya dalam 3 menit sejak aku mulai memompa. Aku menjadi demikian blingsatan dalam gelinjang birahi yang tak lagi terkendali. Ronad nampaknya menikmati ulah keblingsatanku ini. Aku rubuh ke sampingnya.

Selanjutnya Ronad mengambil alih. Kontolnya yang belum terpuaskan dia tusukkan ke memekku kembali. Dia pompakan dengan cepatnya. Rasa pedih dan perih pada bibir-bibir kemaluanku semakin terasa menyiksaku. Aku merintih dan mengaduh-aduh kesakitan. Ronad justru nampak sangat menikmati kesakitanku. Dia balikkan tubuhku dan angkat pantatku hingga aku nungging tinggi-tinggi. Aku tahu dia ingin aku menjadi anjing betinanya. Tetapi.. Acchh, .. Tidak.. tidakk.. jangann..

Rupanya Ronad tidak hendak menyanggamai kemaluanku. Dia menjilati anusku. Uhh.. aku tak pernah membayangkan sebelumnya. Dia menciumi dan menusuk-nusukkan lidahnya ke lubang pembuangan taiku. Dia nampak sangat menikmati aroma pantatku itu, sambil kedua tangannya merabai dan kemudian memerasi buah dadaku.

Oohh.. ampuunn.. Ronadd.. Kenapa kamu selalu memberikan sensasi yang serba dahsyat padaku.. Kenapa kamu selalu memberikan pembelajaran berbagai nikmat sensasional begini macam padaku.. Ronaadd.. Jangann..!! Baca selengkapnya!


Chord dan Lirik

Ulasan Film

ad2

Keimanan dan Keyakinan

Olahan Makanan

Tempo Doeloe

Tips dan Trik

Explore Indonesia

Broker Kripto