Top Bisnis Online
Trading dan Investasi
ad1
Iklan Gratis
Viral Saling Telan Air Mani Dengan Waria Super Montok 1
Aopok.com - Naluri biseks pada diriku yang menuntun aku untuk bertualang di seputar para waria.
Demikian banyak waria bisa aku temui di Jakarta ini. Mereka ada di jalan Krakatau, Taman Lawang, di seputar Taman Anggrek, di kolong jembatan Dukuh Atas, di kolong jembatan Jatinegara dan banyak tempat lainnya.
Di Taman Lawang mereka adalah termasuk waria yang dianggap berkelas elite. Tidak jarang diantaranya ada yang orang berada atau berpendidikan tinggi. Banyak diantara mereka yang saat siang hari adalah para karyawan golongan menegah ke atas.
Mereka memang tidak memerlukan uang kita. Tetapi menerima uang dari kita merupakan sensasi seksual yang sangat mereka nikmati.
Mereka merasakan puas saat seorang lelaki menggaulinya dan membayar atas kepuasan seks yang mereka suguhkannya. Mereka merasakan sensasi saat seorang lelaki mesti membayar sejumlah uang sesudah menciumi penisnya ataupun menjilati analnya.
Dan mereka juga demikian menikmati saat tawar menawar mengenai berapa besar seseorang mesti mengeluarkan uangnya untuk menikmati organ-organ tubuhnya. Bahkan terkadang dalam rincian, misalnya Rp. 10 ribu untuk mencium pipi, atau Rp. 15 ribu untuk menjilat pentil susunya, atau Rp. 20 ribu untuk bisa mengurut-urut penisnya.
Tetapi juga jangan heran, kalau syahwat mereka sudah birahi berat pada anda, bukan anda yang mengeluarkan uang, mereka akan memberi anda uang atau kenikmatan atau apapun yang anda minta.
Pada dasarnya para waria di Taman Lawang ini rata-rata memang haus sentuhan seksual. Mereka mencari kepuasan yang bisa menyalurkan kebutuhan libidonya.
Begitulah sore itu, Jumat malam, besok Sabtu yang libur, aku iseng. Dengan sepeda motor Hondaku aku menghirup udara sore Jakarta, lewat daerah Menteng dengan satu tujuan, Taman Lawang. Aku tahu, di tempat ini akan ramai sesudah jam 9 malam ke atas. Tetapi nggak masalah. Banyak warung remang-remang di seputar Taman Lawang. Mereka jual ronde, kopi, makanan kecil, bakmi goreng atau kalau pengin yang agak panas, ada juga OT atau anggur cap Orang Tua, yang dijamin langsung limbung dan dunia rasa berputar sesudah menghabiskan beberapa sloki saja.
Terkait
Nah, kini aku duduk di bangku panjang di udara terbuka di sebuah warung kaki lima. Duh, sungguh indah Jakarta ini. Lihatlah betapa langit yang cerah penuh bintang. Bayangkan dengan duduk begini aku bisa menikmati segalanya. Menikmati udara yang segar, cuci mata dan mengisi perut dalam suasana yang akrab dan ramah.
Penjual warung menyambutku dengan girang dan melayani permintaanku secepatnya. Demikian pula para pembeli lain yang terlebih dahulu datang, mereka menganggap aku sebagai bagian dari mereka. Kami bisa langsung ngobrol dan berkelakar. Wajib baca!

Tidak ada komentar :
Posting Komentar
Leave A Comment...