Top Bisnis Online
Trading dan Investasi
ad1
Iklan Gratis
Viral Saling Telan Air Mani Dengan Waria Super Montok 2
Tradingan.com - “Mas, aku kepingin ditembak. Ayo Mas, masukkan penismu”, rintih penuh harap keluar dari bibir Vera.
Vera, aku memang kepingin melakukan penetrasi padamu. Demikian kata hatiku. Aku pengin penisku menembusi analmu yang nikmat ini. Tetapi aku masih ingin mendengar kehausan birahimu. Aku masih ingin mendengar rintihan nikmatmu. Aku masih doyan menikmati bau pantatmu. Aku masih doyan menjilati lubang analmu. Biarkan aku, ya, Veraa.. Biar kunikmati dulu anal ini dengan permainan oralku. Biar kunikmati dulu desah dan rintihmu karena siksaan nikmat yang kamu derita.
“Ayoo, tembak pantatku maass.. Masukkan maass.. “, Vera semakin menggoyangkan pantatnya sebagai tanda desakkan birahinya yang tak terbendung.
Sesudah aku cukup lelah dan pegal, khususnya leherku yang hampir terus menerus mendongak untuk bisa menjilat anal lebih tepat pada lubangnya, aku bangun dan balikkan tubuh Vera agar telentang menantikan penetrasiku. Aku merangkak menghampiri bibirnya. Tanganku berangkat memeluki punggungnya. Aku rebah menindih tubuhnya. Dadaku ketemu dadanya. Bibirku ketemu bibirnya dan kami langsung saling melumat.
Paha Vera membuka dan pinggulku masuk ke dalamnya. Penisku yang sudah sangat tegang mengarah menuju ‘vagina’nya. Tangan Vera sigap menangkap kemaluanku untuk menuntunnya tepat ke arah lubang pantatnya. Aku mendorong. Keras. Aku kembali mendorong. Masih keras juga.
Vera menaikkan kaki-kakinya hingga melipat ke arah dada. Kini analnya lebih terbuka. Vera meludah ke tangannya untuk di jadikan pelumas. Sekali lagi dia pegang kemaluanku yang sudah tak sabar untuk melakukan penetrasi. Aku kembali mendorong pelan.
Terus mendorong. Aku merasakan kepala penisku yang mendesak lubang sempit itu. Dan aku merasakan betapa lubang itu semakin menguak untuk menerima tembuasan penisku. Dan.. Akhirnya.. Blezz. Nampak wajah Vera menyeringai. Pedih tapi nikmat, begitu kira-kira yang dia rasakan.
Penisku berhasil menembus gerbang anal Vera. Masuk lagi pelan. Masuk lagi. Masuk lagi. Dan kini seuruh batang penisku telah tenggelam. Aku diam sesaat. Aku biarkan penisku menyesuaikan dengan lubang anal Vera yang sempit itu. Dan aku juga sedang merasakan betapa dinding anal itu mulai meremas-remas batang penisku. Ooo.. Nikmatnyaa..
Dengan sambil menikmati lumatan di bibir, aku memompa anal Vera.
“Duh.. Veraa.. Analmu legit banget ssiihh..”
Vera sendiri telah demikian tenggelam dalam samudra nikmat syahwatnya. Dia pegang erat kepalaku untuk bisa lebih menekan dalam lumatan bibirnya. Dia remasi rambutku sebagai pelampiasan tersalurnya emosi birahinya.
Terkait
Sementara untuk mencapai kenikmatan di bawah sana, dia menggoyang naik turunkan pantatnya untuk menjemputi pompaan penisku. Suara desah, gumam, racau yang tak jelas maknanya, nafas-nafas yang tak beraturan meramaikan ruang kabin kapal mewah itu. Aku mulai merasakan keringat kami berdua yang saling membasah.
Kami terus mendayung kenikmatan. Vera minta merubah posisi. Dia turun dari ranjang dan tangannya berpegang pada ‘backdrop’ ranjang itu. Dengan itu tubuh Vera menjadi setengah membungkuk. Ditariknya aku untuk meneruskan penetrasiku. Aku mendekat dan kembali menusuk pantatnya. Kini dari arah belakang. Bermenit-menit aku mendayung untuk, lanjut baca!

Tidak ada komentar :
Posting Komentar
Leave A Comment...